tentang PT. Pertamina

Posted: March 14, 2011 in Uncategorized

Komitmen

Dengan tingkat pertumbuhan produksi rata-rata 6-7 persen per tahun, Pertamina EP memiliki modal optimisme kuat untuk tetap menjadi penyumbang laba terbesar PT Pertamina (Persero). Keyakinan itu juga sekaligus untuk menjawab tantangan pemeritah dan masyarakat yang menginginkan peningkatan produksi migas nasional.
PT Pertamina EP senantiasa berusaha menciptakan suasana kegiatan operasi yang ramah lingkungan sehingga dapat menjadi perusahaan yang dicintai masyarakat. Kondisi ini diyakini sebagai perspektif ideal di dalam dunia usaha. Karena itu penerapan aspek HSE secara sempurna menjadi perhatian utama kami. Dengan suasana kerja demikian maka hubungan dengan lingkungan masyarakat di sekitar kegiatan operasinya terasa aman, nyaman, dan dinamis.

Sejarah Kami

Sejarah Pertamina EP tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang perburuan minyak di Bumi Nusantara ini yang dimulai sejak awal Abad 19. Antara 1871 hingga 1885 merupakan masa-masa awal pencarian hingga penemuan minyak di Indonesia, yang waktu itu masih dalam pendudukan Belanda. Menyusul pengeboran pertama pada 1883 di Telaga Tiga, Pangkalan Brandan, Sumatera Utara maka pada 1885 berdirilah Royal Dutch Company di Pangkalan Brandan. Sejak itulah ekspolitasi minyak dari perut Bumi Nusantara dimulai.
Ketika pecah Perang Asia Timur Raya, produksi minyak mengalami gangguan. Pada masa pendudukan Jepang, usaha yang dilakukan hanyalah merehabilitasi lapangan dan sumur yang rusak akibat bumi hangus atau pengeboman.
Pada masa perang kemerdekaan, produksi minyak terhenti. Namun ketika perang usai dan bangsa ini mulai menjalankan pemerintahan yang teratur, ternyata penguasaan atas usaha minyak di Indonesia menjadi tidak jelas. Banyak perusahaan-perusahaan kecil bermunculan untuk memanfaatkan rezeki minyak ini sehingga memicu terjadinya sengketa di sana-sini. Akhirnya, untuk meredam semua itu, penguasaan atas tambang-tambang minyak tersebut diserahkan kepada Angkatan Darat.
Untuk menanganinya, pemerintah mendirikan sebuah maskapai minyak nasional pada 10 Desember 1957 dengan nama PT Perusahaan Minyak Nasional, disingkat PERMINA. Perusahaan itu lalu bergabung dengan PERTAMIN menjadi PERTAMINA pada 1968. Untuk memperkokoh perusahaan yang masih muda ini, Pemerintah menerbitkan UU no. 8 pada 1971, yang menempatkan PERTAMINA sebagai perusahaan minyak dan gas bumi milik negara. Berdasarkan UU ini, semua perusahaan minyak yang hendak menjalankan usaha di Indonesia wajib bekerja sama dengan PERTAMINA. Karena itu, PERTAMINA bertindak sebagai regulator bagi mitra yang menjalin kerja sama melalui mekanisme Kontrak Kerja Sama (KKS) di wilayah kerja (WK) PERTAMINA. Di sisi lain PERTAMINA juga bertindak sebagai operator karena juga menggarap sendiri sebagian wilayah kerjanya.
Sejalan dengan dinamika industri migas dunia, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (milik negara) No. 22 tahun 2001. Sebagai konsekuensi penerapan UU tersebut, Pertamina beralih bentuk menjadi PT Pertamina (Persero), dan hanya bertindak sebagai operator yang menjalin Kontrak Kerja Sama (KKS) dengan pemerintah yang diwakili oleh BPMIGAS. Sekaligus UU itu juga mewajibkan PT Pertamina (Persero) untuk mendirikan anak perusahaan guna mengelola usaha eksplorasi, eksploitasi dan produksi minyak dan gas, sebagai konsekuensi pemisahan usaha hulu dengan hilir.
Atas dasar itulah PT Pertamina EP didirikan pada 13 September 2005. Sejalan dengan pembentukan Pertamina EP maka pada tanggal 17 September 2005, PT Pertamina (Persero) telah melaksanakan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) dengan BPMIGAS — yang berlaku surut sejak 17 September 2003 — atas seluruh Wilayah Kuasa Pertambangan Migas yang dilimpahkan melalui perundangan yang berlaku. Sebagian besar wilayah PT Pertamina (Persero) tersebut dipisahkan menjadi Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP. Pada saat bersamaan, Pertamina EP juga melaksanakan penandatanganan KKS dengan BPMIGAS yang berlaku sejak 17 September 2005.
Dengan demikian WK Pertamina EP adalah WK yang dahulu dikelola oleh PT Pertamina (Persero) sendiri, dan WK yang dikelola PT Pertamina (Persero) melalui TAC (Technical Assistance Contract) dan JOB EOR (Joint Operating Body Enhanced Oil Recovery)

Profil Kami

PT Pertamina EP adalah perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi, meliputi eksplorasi dan eksploitasi. Di samping itu, Pertamina EP juga melaksanakan kegiatan usaha penunjang lain yang secara langsung maupun tidak langsung mendukung bidang kegiatan usaha utama.
Saat ini tingkat produksi Pertamina EP adalah sekitar 120 ribu barrel oil per day (BOPD) untuk minyak dan sekitar 1.003 million standard cubic feet per day (MMSCFD) untuk gas.
Wilayah Kerja (WK) Pertamina EP seluas 140 ribu kilometer persegi merupakan limpahan dari sebagian besar Wilayah Kuasa Pertambangan Migas PT PERTAMINA (PERSERO). Pola pengelolaan usaha WK seluas itu dilakukan dengan cara dioperasikan sendiri (own operation) dan kerja sama dalam bentuk kemitraan, yakni Joint Operating Body Enhanced Oil Recovery (JOB-EOR) sebanyak tiga kontrak dan Technical Assistant Contract (TAC) sebanyak 33 kontrak. Jika dilihat dari rentang geografinya, Pertamina EP beroperasi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.
WK Pertamina EP terbagi ke dalam tiga Region, yakni Sumatera, Jawa dan Kawasan Timur Indonesia (KTI). Seluruh operasi JOB EOR dan TAC dikelola dari Pusat sedangkan own operation dikelola di Region masing-masing. Operasi ketiga Region terbagi ke dalam 12 Field Area, yakni Rantau, Pangkalan Susu, Lirik, Jambi, Prabumulih dan Pendopo di Sumatera, Subang, Jatibarang dan Cepu di Jawa serta Sangatta, Bunyu dan Papua di KTI.
Di samping itu Pertamina EP memiliki enam Unit Bisnis Pertamina EP (UBPEP) yang terdiri dari UBPEP Lirik, UBPEP Jambi, UBPEP Limau, UBPEP Tanjung, UBPEP Sangasanga dan UBPEP Tarakan.
Di samping pengelolaan WK tersebut di atas, pola pengusahaan usaha yang lain adalah dengan model pengelolaan melalui proyek-proyek, antara lain proyek pengembangan gas yaitu: Proyek Pagar Dewa di Sumatera Selatan, Gundih di Jawa Tengah, dan Matindok di Sulawesi

Pekerja Kami

Pekerja Pertamina EP adalah profesional yang diseleksi secara ketat dan akurat. Selanjutnya, mereka secara terus menerus ditingkatkan kemampuannya sehingga menjadi manusia-manusia pekerja yang tangguh, memiliki keunggulan kompetitif berkesinambungan, berjiwa wira usaha, profesional dan bermoral tinggi.
Kualitas dan moralitas yang tinggi ini sangat diperlukan karena pekerja Pertamina EP sangat diandalkan sebagai penghasil devisa bagi Negara. Karena kewajiban yang dibebankan di pundaknya inilah maka peningkatan kualias SDM Pertamina EP merupakan keniscayaan.
Pengembangan sisi manusia di Pertamina EP menitikberatkan pada peningkatan personal quality dan empowerment, dengan standar World Class People. Perjalanan untuk mendapatkan pekerja yang berkelas dunia dimulai dengan beberapa proyek yang dilaksanakan sejak awal transformasi, yakni Talent Management dan Succession Planning.

Visi, Misi dan Nilai Unggulan

Pertamina EP memiliki visi sebagai berikut:
• Visi Repetita I (2006-2008): “Respectable Cost Effective and Efficient Oil & Gas Producer”.
• Visi Repetita II (2009-2011): “No.1 Oil & Gas Producer in Indonesia”.
• Visi Repetita III (2012-2014): “PEP World Class”.
Untuk meraih visi itu, disusunlah misi berikut:
Melaksanakan pengusahaan sektor hulu minyak dan gas dengan berwawasan lingkungan, sehat dan mengutamakan keselamatan serta keunggulan yang memberikan nilai tambah bagi stakeholder.
Nilai-nilai unggulan Pertamina EP
Untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis para pekerja Pertamina EP senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar yang telah disepakati bersama sebagai tata nilai unggulan. Nilai-nilai unggulan itu diharapkan mampu membangun kekuatan sinergi sehingga mampu menjadi pendorong untuk mencapai visi Pertamina EP World Class melalui misi strategis perusahaan. Nilai-nilai unggulan yang terdiri dari focus, integrity, visionary, excellence dan mutual respect — disingkat dengan FIVE-M — ini ditanamkan kepada seluruh pekerja, sebagai arah pedoman untuk mencapai visi dan misi perusahaan.
Namun sejalan dengan program transormasi yang dijalankan oleh PEP, FIVE-M dikembangkan menjadi FIVE-M GO PEP, dengan ditambah sejumlah nilai unggulan yang terdiri dari: good corporate governance, optimization, personal quality, empowerment, peerless shareholder value dan proper HSE.
Penghargaan
Penghargaan Keselamatan Kerja Tingkat Nasional:
Region Sumatra
Penghargaan : Patra Nirbhaya Karya Utama
untuk 14.892.087 jam kerja tanpa kecelakaan (kehilangan hari kerja)
UBEP Jambi
Penghargaan : Patra Nirbhaya Karya Madya
untuk 6.929.463 jam kerja tanpa kecelakaan (kehilangan hari kerja)
________________________________________
Penghargaan dari PT PERTAMINA (PERSERO) yang telah diterima:
Pertamina UBEP Tanjung
Penghargaan : Patra Adikriya Bhumi Utama
Pertamina Region Jawa
Penghargaan : Patra Adikriya Bhumi Madya
Pertamina Region KTI
Penghargaan : Patra Adikriya Bhumi Madya
Pertamina Region Sumatera
Penghargaan : Patra Adikriya Bhumi Pratama
________________________________________
Penghargaan Lingkungan
Pertamina EP Field Jambi
Penghargaan : BIRU
Pertamina EP Region Jawa
Penghargaan : BIRU
Pertamina EP Region KTI – Field Sangata
Penghargaan : BIRU
Pertamina EP UBEP Limau (Ex Sea Onion)
Penghargaan : BIRU
Pertamina EP Field Jambi (Ex JOB Pearl Oil)
Penghargaan : BIRU

Prinsip Tata Kelola PEP

Dilandasi oleh satu keyakinan bahwa perusahaan adalah bagian dari suatu masyarakat, Pertamina EP menyadari perusahaan memiliki tanggung jawab sosial untuk mengembangkan masyarakat di sekitarnya, khususnya dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya. Tanggung jawab itu diwujudkan melalui penerapan program Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui program ini, perusahaan benar-benar berupaya mencari hal-hal positif yang bisa dibangun di tengah masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya.
Adalah komitmen Pertamina EP untuk membantu mengembangkan masyarakat (community empowerment) dan menjaga lingkungan di sekitar daerah operasi, guna menciptakan kondisi masyarakat yang kondusif, serta mampu menanggapi berbagai perubahan dalam kehidupan bermasyarakat terutama pasca kegiatan pertambangan. Pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial tersebut diwujudkan dalam berbagai program, di antaranya: keagamaan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Etika Kerja dan Bisnis (EKB)

Etika Kerja dan Bisnis (EKB) Pertamina EP mencakup seperangkat aturan perilaku yang dimiliki oleh pekerja Pertamina EP baik dalam hubungan internal di antara sesama pekerja maupun dengan pihak eksternal. EKB juga merupakan acuan bagi pekerja yang mengalami keragu-raguan dalam menjalankan kegiatan bisnis pada situasi-situasi tertentu. Aturan ini bukan sekadar menggambarkan bagaimana Pertamina EP melaksanakan kegiatan bisnis, namun lebih jauh adalah upaya perusahaan ini membangun budaya baru dengan tujuan menciptakan lingkungan kerja yang beretika di seluruh lingkungan bisnis Pertamina EP.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s