Pertamina harus jadi pengendali East Natuna

Posted: March 15, 2011 in Uncategorized

BISNIS INDONESIA/ 28 Januari 2011/h. I2

JAKARTA:. Beberapa kalangan menyerukan PT Pertamina (Persero) harus menguasai pengelolaan Blok East Natuna demi kepentingan negara.

Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies Marwan Batubara mengatakan kelanjutan dari head of agreement (HoA) terkait rencana pengembangan Blok East Natuna yang dulu dikenal dengan nama Natuna D-Alpha antara Pertamina dengan tiga calon mitranya yakni Total E&P Activities Petrolieres, Petronas, dan Exxon Mobil Corporation harus menjadi perhatian banyak pihak.

Pasalnya, jangan sampai peran Pertamina dikerdilkan dalam proyek tersebut, kendati BUMN migas tersebut nantinya sudah berstatus sebagai lead operator.

“Kami meminta agar pemerintah menerbitkan PP pengelolaan Natuna Timur “secara menyeluruh dan menetapkan Pertamina ” sebagai operator atau bahkan satu-satu pengelola di Blok tersebut. Kami yakin Pertamina marnpu untuk itu,” ujar Marwan dalam acara seminar Blok Natuna Timur dan Kedaulatan Negara, kemarin.

Dia pun menyoroti penetapan Exxon Mobil sebagai salah satu mitra di Blok East Natuna. Marwan mencemaskan jika Exxon nantinya menguasai East Natuna, seperti hal- nya pada Blok Cepu (2006), di mana pemerintah menyerahkan posisi operator kepada Exxon.

Direktur InterCafe IPB Iman Sugema menyarankan agar DPR menekan Pertamina untuk berani mengelola East Natuna tanpa mitra. Dia menilai Pertamina mampu mengemban tugas tersebut asalkan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak khususnya pemerintah.

Pakar Geologi Andang Bachtiar menyayangkan progres pengembangan East Natuna yang mandek selama lebih tiga dasawarsa. Padahal, kata dia, jika pengelolaannya sudah dijalankan sejak lama maka negara bisa mendapatkan banyak keuntungan.

Anggota Komisi VII DPR Satya W.Yudha mengingatkan kontrak kerja yang nantinya berlaku untuk pengelolaan East Natuna haruslah benar- benar mencerminkan hak Pertamina sebagai pengatumya. Jangan sampai jika nantinya Pertamina berstatus sebagai operator tetapi pada implementasinya peran BUMN migas tersebut malah dikerdilkan.

“Masalah pendanaan juga harus menjadi perhatian yang serius dalam poin-poin kontrak kerja sama di East Natuna. Jangan sampai terjadi konflik kepentingan. Ini bisa sangat merugikan,” tutur Satya.

http://www.pertamina-ep.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s